MUSIRAWAS-PJ- Menanggapi video viral seorang narapidana di Lapas Kelas IIA Muara Beliti, Riki, Ketua Gerakan Milenial Silampari Institute (G-MSI), mendesak Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti untuk segera menjatuhkan sanksi tegas.
Narapidana yang terekam dalam video tersebut diduga kuat memiliki pengaruh dominan di lingkungan lapas. Isu yang beredar luas di masyarakat dan media massa menuding narapidana ini sebagai dalang utama di balik praktik pungutan liar (pungli) yang terstruktur rapi di berbagai blok tahanan.
![]() |
| Ayin diduga narapidana lapas narkotika muara beliti bebas menggunakan ponsel |
Praktik pungli yang diindikasikan dilakukan oleh narapidana ini diduga berfungsi sebagai "pengamanan" atau "perlindungan" bagi warga binaan lain yang memerlukan akses telepon genggam di dalam lapas. Hal ini mengisyaratkan adanya jaringan internal yang memfasilitasi kelangsungan praktik ilegal tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan atau keterangan resmi dari pihak Lapas Narkotika Muara Beliti terkait insiden viral ini. Ketiadaan tanggapan resmi ini menimbulkan banyak pertanyaan krusial di benak publik mengenai langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh pihak berwenang.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai desakan Ketua G-MSI terhadap Kalapas Narkotika Muara Beliti:
1. Riki, Ketua Gerakan Milenial Silampari Institute (G-MSI), mendesak Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti untuk memberikan sanksi tegas kepada narapidana yang terlibat dalam video viral.
2. Narapidana dalam video diduga memiliki pengaruh kuat di lapas dan dituding sebagai dalang praktik pungutan liar (pungli) terstruktur di berbagai blok tahanan.
3. Pungli tersebut diduga menjadi modus "pengamanan" bagi warga binaan lain yang ingin menggunakan telepon genggam di dalam lapas.
4. Belum ada pernyataan resmi dari Lapas Narkotika Muara Beliti mengenai insiden ini, menimbulkan pertanyaan publik tentang tindakan yang akan diambil.


Posting Komentar